⚠️ Platform Agregator Informasi Independen

Platform ini adalah agregator informasi yang tidak mewakili kandidat, tim kampanye, atau lembaga manapun. Tujuan kami adalah membantu pemilih mengakses informasi Pemira IKM UI secara terpusat, terorganisir, dan mudah dipahami. Semua konten disajikan secara netral, informatif, dan non-opini, sejalan dengan semangat IKM Bijak Memilih.

IKM Bijak Memilih Logo
IKM Bijak Memilih

Pemira 101

Panduan Lengkap Memahami Pemira IKM UI

Pembukaan UUD IKM UI

Bahwa sesungguhnya mahasiswa adalah pemuda-pemudi yang memiliki keyakinan kepada kebenaran dan telah tercerahkan pemikirannya serta diteguhkan hatinya saat mereka berdiri di hadapan kezaliman. Oleh sebab itu, sepatutnya mahasiswa bergerak untuk mengubah kondisi bangsa menuju masyarakat madani yang adil dan makmur.

Perjuangan pergerakan kemahasiswaan akan selalu ada selamanya sebagai agen perubah, kekuatan moral, dan bekal masa depan untuk mengusung cita-cita perjuangan negara. Oleh karena itu, diperlukan sebuah wadah bersama yang menampung segala kegiatan kemahasiswaan, yang memiliki sifat independen, kekeluargaan, keilmuan, kemasyarakatan, dan keterbukaan. Wadah ini bernama Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia.

Dalam rangka meningkatkan keimanan dan ketakwaan, menjaga dan meningkatkan aktivitas dunia kemahasiswaan secara bertanggung jawab, melakukan perbaikan pendidikan, penelitian, kesejahteraan, hukum, politik, dan sosial kemasyarakatan, mewujudkan kehidupan kemahasiswaan yang dinamis, produktif, dan berkesinambungan, menumbuhkan persatuan di antara seluruh mahasiswa Universitas Indonesia, maka disusunlah aturan kemahasiswaan ke dalam suatu Undang-Undang Dasar Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia yang berdaulat dan berasaskan kepada keadilan berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa.

Sumber: Pembukaan UUD IKM UI — Konstitusi gerakan mahasiswa Universitas Indonesia

Apa itu IKM UI?

Ikatan Keluarga Mahasiswa Universitas Indonesia (IKM UI) adalah organisasi kemahasiswaan tingkat universitas yang menjadi wadah seluruh mahasiswa aktif Universitas Indonesia. IKM UI bukan hanya sebatas nama, melainkan kerangka kelembagaan yang mengatur gerakan mahasiswa UI.

IKM UI memiliki struktur ketatanegaraan yang diatur dalam Undang-Undang Dasar (UUD) IKM UI, yang menjadi konstitusi tertinggi gerakan mahasiswa di kampus. Pembukaan UUD IKM UI di atas menunjukkan bahwa gerakan mahasiswa memiliki landasan filosofis yang kuat: mahasiswa sebagai agen perubah, kekuatan moral, dan bekal masa depan.

Apa itu Pemira IKM UI?

Pemilihan Raya (Pemira) IKM UI adalah proses demokrasi mahasiswa untuk memilih pimpinan lembaga-lembaga strategis di tingkat universitas. Pemira adalah kontestasi politik mahasiswa yang nyata, bukan sekadar formalitas.

Pemira menentukan siapa yang akan mewakili suara mahasiswa, mengadvokasi isu kemahasiswaan, dan mengawasi jalannya tata kelola universitas.

Kenapa Memilih Itu Penting?

  • 1

    Menentukan Arah Gerakan Mahasiswa

    Pemimpin yang terpilih akan menentukan isu apa yang diprioritaskan, bagaimana kampus merespons kebijakan, dan bagaimana advokasi dilakukan.

  • 2

    Mempengaruhi Kebijakan Kampus

    Keputusan seperti UKT, fasilitas, dan akademik dipengaruhi oleh advokasi mahasiswa melalui lembaga-lembaga ini.

  • 3

    Membentuk Budaya Demokrasi

    Pemira adalah latihan berdemokrasi: bagaimana kita memilih pemimpin, mempertanyakan janji, dan meminta pertanggungjawaban.

  • 4

    Akuntabilitas Publik

    Dengan memilih secara sadar, kita bisa meminta pertanggungjawaban atas kinerja mereka di masa depan.

Lembaga yang Dipilih

Fungsi Utama:

  • Lembaga eksekutif yang menjalankan program advokasi, minat bakat, dan kesejahteraan mahasiswa
  • Menjadi corong aspirasi mahasiswa kepada pihak universitas
  • Mengorganisir kegiatan kemahasiswaan tingkat universitas

Kewenangan:

  • Melaksanakan program kerja yang telah disetujui DPM
  • Mengadvokasi isu kemahasiswaan ke rektorat
  • Mengelola anggaran mahasiswa
  • Mengkoordinasi BEM fakultas

⚠️ Batasan Kewenangan:

BEM UI TIDAK bisa mengubah kebijakan universitas secara langsung (seperti UKT, kurikulum). Mereka hanya bisa mengadvokasi dan menekan, tetapi keputusan akhir ada di tangan Rektorat dan Majelis Wali Amanat.

Fungsi Utama:

  • Organ tertinggi UI yang mengawasi pengelolaan universitas
  • Menetapkan kebijakan umum, strategi pengembangan, dan APBU (Anggaran Pendapatan dan Belanja Universitas)
  • Mengangkat dan memberhentikan Rektor

Kewenangan Unsur Mahasiswa:

  • Duduk bersama Menteri, Rektor, dan perwakilan lainnya dalam rapat MWA
  • Memiliki hak suara (voting rights) dalam penetapan kebijakan strategis kampus
  • Mewakili kepentingan mahasiswa di level tertinggi universitas

✅ Kekuatan:

Ini adalah satu-satunya posisi mahasiswa yang memiliki voting rights resmi dalam penetapan kebijakan strategis kampus seperti UKT, pengembangan kampus, dan anggaran universitas.

Fungsi Utama:

  • Lembaga legislatif yang membuat peraturan dan mengawasi BEM UI
  • Menilai Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) BEM UI
  • Menyalurkan aspirasi fakultas secara terstruktur

Kewenangan:

  • Membuat dan mengubah undang-undang IKM UI
  • Mengawasi pelaksanaan program BEM UI
  • Menyetujui atau menolak program kerja dan anggaran BEM
  • Melakukan fungsi check and balance

💡 Kenapa Penting:

DPM adalah kunci check and balance. Tanpa DPM yang kuat, BEM bisa bertindak tanpa pengawasan. Seringkali kertas suara DPM dicoblos asal-asalan karena "tidak kenal", padahal ini penting untuk representasi fakultas.

🚨 Waspada Misinformasi & Hoaks

Dalam periode kampanye, sering beredar informasi yang tidak akurat, terpotong konteksnya, atau bahkan hoaks. Berikut tips untuk tetap bijak:

1

Cek Sumber

Informasi dari akun anonim, screenshot tanpa konteks, atau grup WA tanpa verifikasi sebaiknya dicek ulang ke sumber resmi.

2

Pisahkan Fakta dari Opini

Dokumen resmi (Grand Design, UUD IKM UI) adalah fakta. Pernyataan kampanye adalah klaim politik. Opini publik adalah interpretasi.

3

Tunggu Klarifikasi

Jika ada isu kontroversial, tunggu respons kandidat. Lihat bagaimana mereka menanggapi: denial, playing victim, atau mengakui dan menawarkan solusi?

4

Jangan Asal Viralkan

Sebelum membagikan informasi sensitif, pastikan kebenarannya. Viral bukan berarti benar.